Author: admin
•19:38
Puti Mandi Mayang Terurai Juara

Pacu Jalur
adalah sejenis lomba perahu yang dilaksanakan pada bulan Agustus setiap tahun di Kota Teluk Kuantan bersempena dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan tradisi turun temurun masyarakat Rantau Kuantan semenjak ratusan tahun silam.
Event Pacu Jalur ini biasanya dilaksanakan pada tanggal 24-27 Agustus itu pada tahun 2009 ini dilaksanakan pada tanggal 6 – 9 Agustus 2009 untuk mengantisipasi bulan puasa. Acara yang berlangsung sangat meriah selama empat hari ini di buka secara resmi oleh Gubernur Riau Bapak Rusli Zainal,SE,MP (Sang Visioner) pada tanggal 6 Agustus 2009. Turut hadir pada acara pembukaan antara lain Bupati Kuantan Singingi H Sukarmis, Ketua DPRD Kuantan Singingi Marwan, S.Sos, Datuk Bisai (Edyanus Herman Halim, SE) dan undangan lainnya.

Pada acara pacu jalur hari terakhir jalur-jalur yang masih bertahan bersaing sangat ketat. Diantara jalur yang masih tersisa pada hari ke empat adalah Upiah Sarok Rimbo Dusun dari Pasar Baserah juara satu pacu jalur di Kecamatan Kuantan Hilir tahun 2009, jalur Puti Mandi Mayang Terurai dari Desa Rantau Sialang juara satu pacu jalur di Kecamatan Benai, sedangkan jalur Soriak Sarumpun juara satu pacu jalur di Kecamatan Kuantan Mudik gagal melaju ke final. Selain itu ada jalur Toduang Biso Rimbo Piako dari desa Paboun Hilir, Panglimo Olang Putiah dari desa Sei Alah, Kala Jengking Tigo Jumbalang dari desa Sei Manau, Delima Indah Permata Intan dari desa Saik, Ngiang Kuantan Cahayo Nagori dari Kampung Baru Toar, Gelombang Putih Danau Keramat dari desa Bukit Pedusunan dan Batu Lompatan Harimau Kompe dari desa Kinali.

Pada putaran final terjadi persaingan segitiga antara jalur Toduang Biso Rimbo Piako, Upiah Sarok Rimbo Dusun dan Puti Mandi Mayang Terurai. Pada pencabutan undian final pacu jalur 2009 Toduang Biso Rimbo Piako berhadapan dengan jalur Upiah Sarok Rimbo Dusun, sedangkan jalur Puti Mandi Mayang Terurai menang menunggu. Pada hilir pertama putaran final antara jalur Toduang Biso Rimbo Piako jalan sebelah kiri berhadapan dengan jalur Upiah Sarok Rimbo Dusun pada jalan sebelah kanan dimenangkan oleh jalur Toduang Biso Rimbo Piako. Hilir kedua final antara jalur Toduang Biso Rimbo Piako berhadapan dengan jalur Puti Mandi Mayang Terurai yang menang adalah jalur Puti Mandi Mayang Terurai. Berdasarkan peraturan pacu jalur, jalur Puti Mandi Mayang Terurai berhak menyandang juara pertama pacu jalur tahun 2009 dan mendapat hadiah berupa hewan ternak, piagam dan tonggol juara.

Hasil selengkapnya Events Pacu Jalur Tradisional 2009 di Tepian Nerosa Teluk Kuantan adalah, juara pertama jalur Puti Mandi Mayang Terurai dari desa Rantau Sialang Kec. Kuantan Mudik, jura kedua jalur Toduang Biso Rimbo Piako dari desa Peboun Hilir Kec. Kuantan Mudik, juara ketiga jalu Upiah Sarok Rimbo Dusun dari Pasar Baserah Kec. Kuantan Hilir. Selanjutnya posisi keempat sampai kesepuluh berturut-turut Kalajengking Tigo Jumbalang, Panglimo Olang Putiah, Batu Lompatan Harimau Kompe, Ngiang Kuantan Cahayo Nagori, Delima Indah Permata Kuantan, Gelombang Putiah Danau Keramat, Siluman Buayo Danau 2009.(yuf)
Link ke posting ini
Author: admin
•21:22
'Jalur' is a kind of long canoe or longboat made from a large timber measuring approximately the length of 25 to 35 meters that rowed by 40 to 55 people.
"Pacu Jalur' is a long canoe or boat racing event which is a tradition of Kuantan Singingi community that have been hereditary since the time of pre-independence of the Republic of Indonesia. Initially, the ‘pacu jalur’ is an event held by the people who lived in the area of Batang Kuantan river known as the Rantau Kuantan area at the time of rice harvest is completed.
In the old days the river of Batang Kuantan play an important role as a medium of transportation, especially to carry the harvest of rice, coconut, rubber by boat or canoe etc. As an expression of excitement the farmers race while, carry rice harvest. After the independence of Republic of Indonesia, ‘Pacu Jalur’ event held on August every year in Teluk Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, Indonesia.

'Pacu jalur' adalah acara lomba perahu panjang yang merupakan tradisi masyarakat Kuantan Singingi yang sudah turun temurun semenjak zaman pra kemerdekaan Republik Indonesia. 'Jalur' adalah sejenis perahu panjang (long canoe) yang dibuat dari sebatang kayu besar berukuran panjang kurang lebih 25 sampai 35 meter. Jalur ini di dayung oleh 40 sampai 55 orang pendayung.

Pada awalnya acara pacu jalur ini adalah suatu acara yang diadakan oleh masyarakat yang bermukim di daerah aliran sungai Batang Kuantan yang dikenal dengan sebutan Rantau Kuantan pada saat selesai panen padi. Pada zaman dahulu sungai Batang Kuantan memegang peranan yang sangat penting sebagai media transportasi terutama untuk mengangkut hasil panen padi, kelapa, karet dan lainnya. Sebagai ungkapan kegembiraan karena mendapatkan hasil panen yang berlimpah para petani berlomba sambil mengangkut padi dengan perahu.

Pacu Godok
Lama-kelamaan acara pacu perahu sambil mengangkut padi berkembang menjadi pacu jalur. Pada waktu itu sebagai hadiahnya adalah berupa umbul-umbul berbentuk segitiga (tonggol) yang diperebutkan oleh anak pacu. Setelah selesai pacu maka diadakan acara makan makanan tradisional Rantau Kuantan berupa puluik kucuang, lopek, lomang batang dan godok.
Karena pada setiap ada acara pacu jalur selalu disediakan makanan berupa godok (sejenis makanan yang terbuat dari tepung di campur dengan pisang dan digoreng) sehingga acara ini sering juga disebut dengan pacu godok.

Seiring dengan perkembangan zaman pada era penjajahan Belanda acara pacu jalur ini oleh pemerintahan Hindia Belanda diadakan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ratu Wilhelmina yaitu ratu Kerajaan Belanda waktu itu. Setelah Indonesia merdeka acara pacu jalur diadakan untuk menyambut dan memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang diadakan setiap tahun pada bulan Agustus sampai sekarang orang Rantau Kuantan menyebutnya dengan ‘Tambaru’ maksudnya Tahun Baru HUT Republik Indonesia.

Pacu Jalur terbesar di kota Teluk Kuantan
Event pacu jalur ini biasanya diadakan di beberapa kecamatan yang berada dalam wilayah Kabupaten Kuantan Singingi diantaranya di Kecamatan Kuantan Hilir yang diadakan di Tepian Lubuk Sobae Baserah, di Kecamatan Benai diadakan di Tepian Pincuran Sakti Pasar Benai, di Kecamatan Kuantan Mudik di Lubuk Jambi dan yang terbesar dan terneriah yang banyak dikunjungi oleh wisatawan terutama wisatawan lokal, domestik maupun manca negara adalah event Pacu Jalur yang diadakan di Kota Teluk Kuantan ibu kota Kabupaten Kuantan Singingi.

Nilai-nilai yang terkandung dalam acara Pacu Jalur.
Sebagai acara tradisi masyarakat tentunya pada event pacu jalur ini penuh dengan nilai-nilai yang terkandung didalamnya seperti nilai mistis dan magis, nilai gotong royong serta nilai seni dan budaya.
Nilai mistis dan magis ini terlihat masih kental sekali yakni berperannya dukun jalur pada setiap tahap ketika jalur akan ikut berpacu. Disini dukun jalur berperan dalam menentukan langkah kapan jalur harus turun ke sungai, kapan waktunya berangkat ke lokasi pacu jalur. Bahkan pada saat-saat akan mengisi jalur dan berangkat ke pancang start, jalur harus dibacakan mantra dulu oleh dukun jalur supaya jalurnya menang pada saat berpacu nantinya.
Sedangkan nilai gotong-royong sudah terlihat ketika penduduk desa yang ingin membuat jalur. Dimulai dari rapat desa pembentukan panitia/pengurus jalur, pengumpulan dana, ‘maelo’ atau menarik jalur dari hutan sampai ke desa, saat ikut acara pacu jalur semuanya dilakukan secara gotong-royong warga masyarakat desa yang memiliki jalur tersebut.
Nilai seni dan budaya terlihat pada hiasan, ukiran yang terdapat pada masing-masing jalur. Juga nilai-nilai berkesenian yang selalu menyertai acara pacu jalur berupa calempong rarak godang, randai dan sebagainya.

Tahap-tahap Pembuatan Jalur

Musyawarah Desa
Sebelum mengadakan musyawarah atau rapat desa kepala desa dengan pemuka masyarakat berembug untuk mengadakan rapat desa. Setelah waktu dan tempat untuk rapat disepakati maka kepala desa akan menyuruh tukang canang memukul canang untuk mengumumkan bahwa besok akan diadakan rapat desa membahas pembentukan penguru/panitia jalur. Bunyinya kira-kira seperti dibawah ini

“Hai urang kampuang iko la tibo pulo parintah dari Pak Wali. Isuak malam kito rapek mambontuak pangurus jaluar. Pamuda-pamudi diwajibkan datang isuak malam, sasudah sholat isya’ batompek di surau Siriah. . . . “
Artinya:
“Wahai orang desa telah tiba perintah pula dari kepala desa. Besok malam kita rapat membentuk pengurus jalur. Pemuda-pemudi diwajibkan datang besok malam, sesudah sholat Isya’ bertempat di surau Sirih . . . .”


Sebelum membuat jalur biasanya diadakan rapat desa yang dihadiri oleh segenap warga desa membentuk panitia/pengurus jalur. Setelah panitia atau pengurus terbentuk biasanya juga dibicarakan bagaimana untuk mendapatkan dana karena biaya pembuatan sebuah jalur menghabiskan puluhan juta rupiah dan siap tukang yang akan disuruh untuk membuat jalur tersebut.

Mencari kayu jalur ke hutan.
Tahap selanjutnya adalah mencari kayu jalur ke hutan, kayu yang dipilih haruslah kayu yang besar dan panjang yang memenuhi syarat untuk membuat sebuah jalur. Apabila kayu yang akan dijadikan jalur didapat, sebelum kayu ditebang harus dibacakan mantra terlebih dahulu dan melepaskan seekor ayam berwarna putih atau hitam sesuai dengan petunjuk sang dukun, sebagai pengganti kayu yang ditebang. Tukang jalur akan mengolah kayu jalur di dalam hutan menjadi jalur setengah jadi.

Tahap berikutnya adalah ‘maelo’ atau menarik jalur.
Sebelum acara maelo jalur Kepala desa seperti biasanya akan menyuruh pemukul canang untuk memberitahukan kepada seluruh warga desa bahwa esok pagi sesuai kesepakatan bersama warga desa akan mengadakan kegiatan ‘maelo’ atau menarik jalur dari hutan. Bunyinya kira-kira sebagai berikut:

“Wahai urang banjar iko la tibo pulo parintah dari Pak Wali. Isuak kolam kito maelo jaluar ka rimbo kukok. Nan jantan jaan lupo mambao ladiang, kapak, baliwuang cam. Na batino jaan lupo mambao nasi, ayier, kue, lopek, godok timbual, kalau dapek bao pulo lomang jo tapai untuak bokal kito maelo jalur . . . .
Artinya:

“Wahai orang-orang desa telah tiba pula perintah dari kepala desa. Besok pagi kita akan menarik jalur ke Rimba Kukok. Yang laki-laki jangan lupa membawa parang, kapak dan juga beliung.Yang perempuan jangan lupa membawa nasi, air, kue, lepat, godok, kalau dapat bawa juga lemang dan tapai untuk bekal kita menarik jalur. . . .”

Warga desa secara bersama-sama laki-laki dan perempuan dan juga mengundang warga desa tetangga mengadakan acara ‘maelo’ atau menarik jalur dari hutan sampai ke desa. Semua bekal berupa nasi, kue dan lauk-pauk untuk maelo jalur biasanya disediakan oleh warga desa yang membuat jalur sedangkan undangan tidak diwajibkan membawa bekal. Acara maelo jalur ini biasanya memakan waktu berbulan-bulan baru kayu jalur tadi sampai ke desa.
Setelah kayu jalur sampai ke desa maka tukang jalur melanjutkan pembuatan jalur sampai selesai

Mandiang jalur
Tahap berikutnya pembuatan jalur tradisional Kuantan Singingi adalah mendiang jalur. Mendiang berarti membakar jalur diatas api untuk membentuk badan jalur supaya kelihatan bagus dan rapih yang diharapkan menjadi jalur yang laju dan menjadi juara pada event-event pacu jalur nantinya. Pada saat acara mendiang jalur juga disertai acara kesenian seperti randai (melo drama) tradisional, calempong rarak godang atau acara berbalas pantun yang diiringi alunan biola.

Tahap terakhir adalah finishing
Pada tahap ini dilakukan pekerjaan-pekerjaan akhir untuk menghaluskan dan memperbaiki yang masih belum sempurna membuat dayung, silek bayuang dan sebagainya. Kemudian baru dilakukan pengecatan dan membuat hiasan dan ukiran agar jalur terlihat bagus dan mempunyai nilai seni.(yuf)


Link ke posting ini
Author: admin
•09:56
Terry Harper (45), loving husband, devoted father of two, association executive, Oklahoma State Cowboy, raconteur, owner of a recurrent, malignant glioma, eksekutif direktur dari Society of Proffesional Journalist (SPJ) yang berdiam di Indianapolis divonis kena kanker otak pada tahun 2007. Sejak itulah Harper memutuskan untuk mulai menulis.

Dia menulis di blog yang diberi nama "Thumping My Melon" mencurah kan isi hatinya, air mata, canda tawa semua apa yang ia rasakan selama menderita penyakit 'malignant glioma' tersebut. Lewat blog "Thumping My Melon" tersebutlah semua orang bisa mengetahui perjuangan bapak 2 anak (Dale dan Jace) tersebut melawan kanker.

Akhirnya setelah dua tahun berperang melawan kanker, 2 Juni lalu ia harus menyerah kalah menghadapi ajalnya. Nah, yang istimewa di sini, ternyata almarhum Terry sebelumnya sudah menyiapkan peninggalan untuk para kerabatnya dan lebih luas lagi untuk para peselancar dunia maya lewat blog yang ia miliki, yaitu berupa tulisan terakhirnya.

". . . . . . . .I started composing this final message in early October 2008. My once-Grade III Anaplastic Astrocytoma with features of a Grade IV Glioblastoma Multiforme had morphed into a recurrent malignant glioma within 13 months of my initial diagnosis. Where brain tumors are concerned, the word “progression” is the most unkind word of all."

Saya mulai menyusun pesan akhir ini pada awal Oktober 2008. Semenjak-Grade III Anaplastic Astrocytoma dengan fitur Grade IV Glioblastoma Multiforme telah berulang membentuk menjadi glioma ganas dalam 13 bulan dari awal diagnosa. Dimana Tumor otak tersebut, kata "kemajuan" adalah kata yang paling kejam dari semua.

"I can’t deny there were times when I felt down about the whole situation. Hell, who wants to die in their mid-40s? Not me. All things considered, I would rather just be going about my life with Lee Ann at my side, watching Dale and Jace grow up and live their lives…and hopefully getting our tile roof replaced one day."

"Saya tidak dapat menyangkal dimana ketika saya merasa down tentang seluruh situasi. Jahanam, siapa yang ingin mati di pertengahan 40-an? Saya tidak mau. Semua hal dipertimbangkan, saya bukan hanya akan terjadi dengan kehidupan saya dengan Lee Ann di samping saya, dan melihat Dale dan Jace tumbuh, hidup dan kehidupan mereka ... dan berharap atap genteng rumah kami dapat diganti satu hari. "

Terry Harper adalah sosok yang kuat bagaimana dia berjuang melawan kanker otak yang ganas selama dua tahun. Lee Ann istrinya dan dua anaknya Dale dan Jace selalu setia mendampingi selama masa-masa sulit dan memberikan semangat kepada Terry. Walaupun dalam keadaan sangat lemah Terry tidak menyia-nyiakan sisa hidupnya dan memberikan informasi yang berharga bagi kita yang masih hidup terutama bagi penderita kanker ganas. Tidak banyak orang mengenal siapa Terry Harper jika dia tidak menulis di blognya. Hal itu menggambarkan betapa dahsyatnya pengaruh blog bagi kehidupan kita. Selamat Jalan Terry You are the real Blogger.(yuf)




Link ke posting ini
Author: admin
•07:58

Sungai Kuantan - Benai

Sungai Kuantan atau sering juga disebut sungai Batang Kuantan adalah bagian hulu (upstream side) sungai Inderagiri yang membentang dari Kecamatan Hulu Kuantan sampai ke Kecamatan Cerenti Kabupaten Kuantan Singingi Propinsi Riau, sedangkan di sebelah Hilir dari Peranap sampai ke Tembilahan dinamakan dengan Sungai Inderagiri. Sungai Kuantan termasuk sungai Inderagiri mempunyai panjang kurang lebih 490 km dengan luas genangan banjir 12.780 Ha (data Proyek PSAPB Riau). Semenjak dahulu sungai ini memiliki fungsi ekonomis yang sangat penting terutama sebagai sumber ikan seperti patin (Pangasius kunyit), bangarek, tapah (Wallago sp), belida dan kapiek, kelemak dan lain-lain.

Sebelum tahun tujuh puluhan dimana sarana transportasi darat belum sebaik sekarang ini sungai Kuantan juga berfungsi sebagai sarana transportasi mengangkut hasil bumi berupa karet dan juga untuk mengangkut bahan-bahan makanan berupa beras, tepung terigu, lauk pauk dan bahan-bahan kebutuhan sehari-hari. Sungai Kuantan juga merupakan sumber air baku untuk irigasi dan kebutuhan lainnnya.

Sekarang fungsi transportasi telah digantikan oleh transportasi darat ini disebabkan pendangkalan sungai dan semakin majunya transportasi darat. Selain itu Sungai Kuantan juga merupakan tempat arena Pacu Jalur tradisional yang terkenal itu yang dilaksanakan pada bulan Agustus setiap tahun untuk memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada saat sekarang kondisi sungai Kuantan sangat mengkhawatirkan karena banyaknya tekanan diakibatkan oleh ulah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab. seperti limbah pabrik pengolahan kelapa sawit yang dibuang ke anak sungai yang bermuara ke sungai Kuantan, penambangan galian c seperti pasir dan kerikil, yang lebih mengkhawatirkan adalah penambangan emas liar (PETI: Penambangan Emas Tanpa Izin) di kawasan Bukit Batabuh yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab tanpa memperhatikan dampak lingkungan.

Panambangan ini juga memggunakan mercuri untuk memisahkan biji emas dari lumpur sehingga akan mencemari air sungai dan dikhawatirkan dapat menimbulkan penyakit akibat keracunan logam berat.

Untuk mencegah kerusakan yang lebih parah Pemerintah Daerah harus menindak tegas para penambang dan menutup lokasi tambang emas liar tersebut. Kalau hal ini tidak dilakukan dapat mengancam keberadaan daerah kawasan Wisata dan dapat menyebabkan banjir karena daerah penyangga Bukit Batabuh menjadi rusak akibat dari penambangan emas tanpa izin. (yuf)

Link ke posting ini
Author: admin
•14:21
Kawasan Wisata Air Terjun 7 Tingkat Batang Koban

Riau adalah Propinsi yang menyimpan sejuta khazanah. Mulai dari posisi geografis yang sangat strategis hingga kekayaan alamnya yang melimpah. Dari segi goegrafis Riau berhadapan langsung dengan Singapura dan Malaysia yang merupakan titik temu perdagangan dunia . Posisi ini menempatkan Riau di tengah segitiga pertumbuhan antara Indonesia Malaysia dan Singapura yang dikenal dengan - Indonesia Malaysia Singapore Growth Triangle- IMSGT.
Selain memiliki letak geografis dan kekayaan alamnya yang beragam propinsi ini juga memiliki peradaban Melayu masa lalu yang gemilang. Diantara kegemilangan itu yang masih terpelihara dengan baik hingga kini dan paling menonjol adalah bidang kesenian, yaitu seni sastra, seni musik, seni tari, seni rupa dan seni pertunjukan atau teater.
Di bidang pariwisata Riau juga mempunyai potesi kawasan wisata yang tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia seperti Bali, Yogyakarta dan lainnya. Namun dari sekian banyak potensi wisata di Propinsi Riau belum banyak yang tergarap secara maksimal.
Kabupaten Kuantan Singingi yang merupakan salah satu kabupaten pemekaran di Propinsi Riau mempunyai banyak potensi wisata telah mengembangkan kawasan wisata Air Terjun 7 Tingkat Batang Koban di Lubuk Ambacang.

Kawasan Wisata Air Terjun 7 Tingkat Batang Koban merupakan aset tujuan wisata alam yang sangat potensial untuk dikembangkan ditengah gencarnya pembangunan dan pengembangan wilayah dan kawasan. Hal ini sangat terkait dengan usaha meningkatkan suatu wilayah disegala bidang khususnya pariwisata, dari pengembangan pariwisata ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian daerah, pendidikan masyarakat terutama kecintaan terhadap lingkungan alam, pengenalan budaya lokal dan kegiatan sosial masyarakat.

Profile Kawasan

Lokasi Kawasan Wisata Air Terjun 7 Tingkat Batang Koban terletak di Desa Lubuk Ambacang, Kecamatan Hulu Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi. Dengan Luas kawasan sekitar 15 ha. Kawsan wisata ini memiliki pemandangan alam yang sangat indah dan suasana lingkungan yang sejuk, terutama di tingkat 4 (empat) dan Tingkat 7 (tujuh). Pada tingkat tujuh air terjun ini memiliki ketinggian jatuh 20 meter dengan bendungan alami yang berada di bawahnya.

Transportasi ke kawasan Wisata

Jalan menuju Desa Lubuk Ambacang mempunyai kondisi cukup baik dengan jenis perkerasan aspal. Desa ini berjarak 11 km dari Lubuk Jambi, kemudian dilanjutkan perjalanan dengan menggunakan perahu motor tempel dengan lama perjalanan menuju lokasi sekitar 25 menit melalui sungai Batang Kuantan.

Kondisi Geofrafis

Tapografi kawasan terdiri dari berbukit sampai bergunung dengan ketinggian antara 100 s/d 500 meter dari permukaan laut dan kemiringan lereng rata-rata 45 derajat dan terletak di tepi sungai Batang Kuantan. Temperatur udara rata-rata 30 derajat Celcius, kelembaban udara rata-rata 85%. Kawsan wisata ini merupakan sumber mata air dari beberapa sungai yang alirannya tidak pernah kering sepanjang tahun dan tujuh buah air terjun yang indah serta potensial untuk kegiatan rekreasi atau wisata alam.
Secara geologi kawasan Air terjun 7 Tingkat Batang Koban ini merupakan bagian dari cekungan di belakang busur ( Back Arch Basin) dari pegunungan Bukit Basisan yang membujur mengikuti pola Sumatera dengan arah Sumatera Barat Laut - Tenggara. Cekungan ini bagian dari Cekungan Sumatera Tengah yang tersusun dari batuan Sedimen, Batuan Vulkanik. Batuan Malihan (Metamorf) dan endapan permukaan (aluvial).

Kondisi Alami

Kawasan Air Terjun 7 Tingkat Batang Koban merupakan habitat dari beberapa satwa mamalia seperti owa (Hylobates moloch) surili (Presbytis comata comata), lutung budeng (Trachypitecus auratus auratus) kijang ( Muntiacus muntjak muntjak), macan tutul ( Panthera pardu melas) dan anjing hutan (Cuon alpinus javanicus).
Terdapat kurang lebih 204 jenis burung dan 90 jenis diantaranya merupakan burung yang menetap serta 35 jenis merupakan jenis endemik Sumatera termasuk burung elang (Spizaetus bartelsi). Selain itu terdapat dua jenis burung yang terancam punah yaitu burung cica matahari (Crocias albonatus) dan burung poksai kuda (Garrulax ruffirons).

Sumber: Dokumen DED (Detail Engineering Design) Kawasan Wisata Air Terjun 7 Tingkat Batang Koban.
Link ke posting ini