Siberakun dan Usaha Gula Enau Tradisional

Jumat, Januari 29, 2010

Siberakun adalah sebuah kenegerian, yang merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Kuantan Singingi. Kenegerian Siberakun terdiri dari 5 desa yaitu Desa Siberakun, Desa Pulau Tongah, Desa Ujung Tanjung, Desa Banjar Lopak dan Desa Gunung Kesiangan. Siberakun terletak di daerah aliran sungai Kuantan kurang lebih 15 km sebelah timur ibukota kabupaten Kuantan Singingi, Teluk Kuantan. Sebagian besar penduduknya adalah petani dan sebagian kecil pegawai negeri sipil, wiraswasta, tukang dan lainnya.
Siberakun juga terkenal sebagai penghasil gula enau tradisional yang diolah dari nira pohon aren (Arenga pinnata) yang di usahakan secara turun temurun. Nira yang dihasilkan dari tandan buah aren itu diolah dan dimasak sehingga menjadi gula berwarna coklat. Rasanya manis dan enak, biasanya penduduk lokal menggunakannya sebagai pemasnis pengganti gula pasir untuk membuat makanan tradidional seperti onde-onde (kelepon), bubur kacang hijau, cendol dan lainnya. Berbicara mengenai rasanya lebih enak dari gula merah yang dibuat dari nira kelapa karena rasanya lebih manis sedangkan gula kelapa terasa agak asam.

Baca selengkapnya..

Overlis Jabat GM Consumer Service Regional Sumatra

Rabu, Januari 20, 2010


Transformasi organisasi di PT. Telkom Indonesia bergulir terus, dengan di Launching-nya Divisi Consumer Service PT. Telkom Indonesia, maka pada tanggal 14 Januari mulai dilakukan pengisian jabatan tinggkat General Manager Regional 1 Sumatera ditandai dengan penyerahan Bendera Pataka Unit Consumer Service Sumatra dari Direktur Konsumer Telkom I Nyoman Wiryanata kepada Overlis di Kantor Telkon Jl. M. Yamin No. 2 Medan.
Overlis Ja'afar yang kelahiran Benai, Teluk Kuantan ini, sejak Oktober 2010 yang menjabat GM Kandatel Medan, maka setelah memegang jabatan baru tsb teritorynya menjadi luas dengan coverage Consumer Service Regional 1 Sumatra mulai Sabang di Aceh sampai ke Bakauheni Lampung. Overlis yang memilki otak  cemerlang dan ramah ini, memulai karirnya di PT. Telkom Indonesia sejak tahun1977 itu pernah menjabat GM Telkom Ternate (1993-1995), Deputy GM Riau Daratan ( 1995-1999), Deputy GM Telkom Sumbar (1999-2001), GM Telkom Sumut (2001-2003), GM Telkom Riau Daratan (2003-2006), SM Marketing Divisi Regional 1 Sumtara (2006-2008), GM Telkom Medan (2008-2010).
Selamat bertugas semoga sukses selalu. Semoga tugas yang baru ini menjadi pemicu semangat memajukan ICT  di Indonesia dan dalam rangka menjadikan Sumatera sebagai Pulau Digital.

sumber : http://putrakuantan.blogspot.com

Baca selengkapnya..

Recommended Article By Joe.Oj.Hale: Artefak Kuantan Singingi Terancam

Minggu, November 29, 2009

'Artefak Kuantan Singingi Terancam'
Situs tempat ditemukannya artefak prasejarah ini perlu diamankan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Artefak Kuantan Singingi Terancam
Posted By Borkat Habiaran


Pagar Istana, salah satu artefak di Bukit Bakar, Kuantan Singingi/dok.as.wp


Keberadaan artefak prasejarah yang baru ditemukan di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau terancam oleh peneliti asing yang berpura-pura menjadi wisatawan.
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Riau Joni Irwan, lokasi penemuan artefak prasejarah tersebut harus melindungi, agar tidak merugikan bangsa Indonesia. “Kita mengkhawatirkan para peneliri asing melakukan penelitian untuk kepentingan lain,” ujar Joni di Pekanbaru, Selasa (18/8).
Tim peneliti Pusat Studi Kebudayaan Universitas Gadjah Mada (UGM), baru-baru ini menemukan artefak berupa alat batu dari masa Pleistosen di daerah aliran sungai (DAS) Sengingi, Kabupaten Kuantan Singingi.
Penemuan ini tidak disengaja karena sebenarnya tim peneliti sedang bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Riau untuk penyusunan Rencana Induk Pengembangan Kebudayaan Melayu.
Menurut Joni Irwan, bila peneliti asing masuk, dikhawatirkan kerusakan di lokasi penemuan artefak akan menghilangkan data yang akan berguna untuk penelitian kehidupan prasejarah di Riau.
Ia mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi untuk mengamankan lokasi penemuan artefak prasejarah tersebut. Sebabnya, lokasi penemuan juga terancam aktivitas manusia seperti permukiman penduduk serta pertambangan emas dan batubara. “Kami mengusulkan agar lokasi penemuan benda purbakala itu bisa dijadikan cagar budaya,” katanya.
Sebelumnya, tim peneliti UGM memprakirakan artefak yang ditemukan berasal dari masa pleistosen yang menunjukan Riau telah dihuni sejak masa prasejarah antara 10.000-40.000 SM. Lokasi penemuan alat batu purba itu berada di teras-teras sungai purba di sekitar Kecamatan Logas, DAS Sengingi.
Penemuan bukti kehidupan prasejarah yang pertama di Riau tersebut membuktikan ada kehidupan lebih tua di Riau yang selama ini selalu mengacu pada penemuan Candi Muara Takus bercirii Budha di Kambupaten Kampar sebagai titik poinnya.
Bukti keberadaan permukiman zaman paleolitik di Sumatera selama ini hanya ditemukan di dua tempat, yaitu daerah Lahat, Sumatera Selatan dan Kalianda, Lampung. Hak paten penemuan akan menjadi milik UGM dan Pemerintah Provinsi Riau. (*Bo/An)

Article taken from matanews.com - http://matanews.com
URL to article: http://matanews.com/2009/08/18/artefak-kuala-singingi-terancam/

Baca selengkapnya..
 
 
 

RECENT POSTS

Pengikut

RECENT COMMENTS

 
Copyright © BENAI COMMUNITY